Jayapura, 20 Agustus 2025 – Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih (Uncen) kembali menyelenggarakan kuliah umum yang ditujukan bagi mahasiswa Magister (S2) dan Doktor (S3). Acara yang berlangsung di Auditorium Uncen, Jl. Raya Abepura ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang untuk membahas isu strategis mulai dari sejarah maritim Papua hingga penanggulangan narkoba.

Pembicara dan Materi

Tiga narasumber utama hadir dalam forum akademik ini.

  • Anton M. Ayorbaba, SH., M.Si, Kepala Kanwil Kemenkumham Papua, membawakan materi mengenai Hak Kekayaan Intelektual Karya Tulis.
  • Kasman, S.Pd., M.Pd, Kepala BNNK Jayapura, mengulas strategi Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Narkoba.
  • Dr. Ester Yambeyapdi, S.Pd., M.Hum, akademisi Uncen, Sejarah Maritim Papua: Pesisir Barat Papua dalam Jaringan Maritim Nusantara pada Abad XIX.

Diskusi dipandu oleh moderator Antonia Klara, SE., M.Sc, dengan Fadly Yishar, SE., MM bertindak sebagai pembawa acara.

Wadah Ilmiah untuk Mahasiswa Pascasarjana

Kuliah umum ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa pascasarjana, tetapi juga menjadi ruang refleksi kritis tentang tantangan yang dihadapi Papua saat ini. Dari sisi sejarah, pemahaman tentang peran strategis wilayah maritim Papua di abad ke-19 memberi perspektif baru dalam membaca dinamika sosial dan budaya masyarakat pesisir.

Sementara itu, isu hak kekayaan intelektual menegaskan pentingnya perlindungan karya tulis akademisi dan peneliti, terutama di era digital. Pimpinan Universitas Cenderawasih khususnya Direktur Pascasarjana berharap kedepannya hasil penelitian berupa tesis dan disertasi mahasiswa di daftarkan hak kekayaan intelektualnya. Adapun pembahasan tentang bahaya narkoba menjadi pengingat serius mengenai ancaman nyata yang dapat merusak generasi muda, termasuk mahasiswa dan akademisi sendiri.

Komitmen Uncen dalam Membangun Papua

Direktur Program Pascasarjana Uncen menegaskan bahwa kuliah umum ini adalah bagian dari komitmen kampus dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kondisi sosial, budaya, dan hukum di Papua. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk lulusan S2 dan S3 yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap isu-isu strategis daerah maupun nasional.

Dengan mengusung tema besar yang menyatukan sejarah, hukum, dan isu sosial, kuliah umum ini menjadi salah satu momentum penting bagi Uncen untuk memperkuat perannya sebagai pusat kajian ilmiah dan solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi Papua ke depan.