Jayapura – Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih, melaksanakan Lokakarya Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education atau OBE pada Selasa, 21 Januari 2025. Kegiatan berlangsung di Ruang Youtefa, Hotel Suni Abepura, Jayapura.
Lokakarya ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan mutu kurikulum dan memastikan kompetensi lulusan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan masyarakat, serta dunia kerja. Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIT.
Peserta lokakarya terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, alumni, perwakilan mahasiswa, praktisi perencanaan wilayah dan kota, serta perwakilan instansi pemerintah dan swasta. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut bertujuan menghasilkan kurikulum yang relevan, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan wilayah.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari perwakilan Direktur Program Pascasarjana, Wakil Direktur I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Program Pascasarjana Universitas Cenderawasih, Dr. Frans A. Asmuruf, M.Si., dan Ketua Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Dr. Ir. Bahtiar, S.T., M.T. Agenda dilanjutkan dengan pemaparan konsep kurikulum berbasis OBE oleh Asisten Direktur I serta presentasi kurikulum Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota oleh ketua program studi.
Dalam sesi diskusi, peserta membahas mata kuliah inti dan pilihan, kesenjangan kurikulum, profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, serta kebutuhan kompetensi perencana wilayah dan kota. Peserta kemudian menyusun rekomendasi dan rancangan struktur kurikulum baru.
Tetapkan Lima Profil Lulusan
Lokakarya menghasilkan lima profil lulusan Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota. Kelima profil tersebut meliputi pemimpin, analis, akademisi, analis sistem, serta konsultan atau manajer. Profil lulusan tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan Capaian Pembelajaran Lulusan atau CPL. Perumusan CPL akan mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi.Capaian pembelajaran akan mencakup aspek pengetahuan, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan sikap profesional. Penyelarasan ini diperlukan agar lulusan memiliki kompetensi akademik dan praktis yang dapat diterapkan dalam bidang perencanaan wilayah dan kota.
Kurikulum Baru Memuat 54 SKS
Salah satu hasil utama lokakarya adalah pemutakhiran struktur kurikulum. Jumlah beban studi yang sebelumnya 43 satuan kredit semester direncanakan meningkat menjadi 54 satuan kredit semester.
Kurikulum baru memuat mata kuliah yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan wilayah dan perkembangan teknologi. Mata kuliah tersebut antara lain Sistem Infrastruktur dan Transportasi, Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim, Manajemen Risiko Perencanaan Wilayah, Perencanaan Wilayah Berbasis Perangkat Lunak, Ekonomi Spasial, serta Wawasan Pengembangan Smart City. Kurikulum juga mengakomodasi karakteristik dan kebutuhan pembangunan Papua melalui mata kuliah Perencanaan Wilayah Pesisir dan Pegunungan, Perencanaan Wilayah Berbasis Adat, Pengembangan Wilayah Perbatasan, dan Keterampilan Negosiasi dalam konteks wilayah Papua. Mahasiswa juga akan mengikuti Studio Perencanaan Wilayah dan Kota, Publikasi Jurnal Ilmiah, serta tesis. Struktur tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan analisis, penelitian, perencanaan, komunikasi, dan penyelesaian masalah.
Pembelajaran Berpusat pada Mahasiswa
Penerapan kurikulum OBE akan menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa atau student-centered learning. Dosen akan mengembangkan pembelajaran melalui studi kasus, diskusi kelompok, simulasi, proyek, dan studi lapangan. Penilaian mahasiswa tidak hanya berfokus pada ujian tertulis. Penilaian juga dilakukan melalui laporan proyek, presentasi, portofolio, dan bentuk penilaian berbasis kinerja lainnya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kerja sama tim, komunikasi, dan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan teori pada persoalan nyata.
Perkuat Kolaborasi dan Evaluasi
Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota juga merencanakan penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah, sektor swasta, dan organisasi internasional. Kerja sama akan mendukung pelaksanaan pembelajaran, penelitian, magang, dan praktik kerja mahasiswa. Selain itu, program studi akan membentuk tim evaluasi kurikulum. Tim tersebut bertugas meninjau pelaksanaan kurikulum secara berkala dengan menggunakan masukan dari mahasiswa, alumni, dosen, dan pengguna lulusan.
Evaluasi diperlukan untuk memastikan kurikulum tetap sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, transformasi digital, perubahan iklim, dan dinamika pembangunan wilayah. Melalui lokakarya ini, Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Cenderawasih berkomitmen menghasilkan kurikulum yang inovatif, terukur, dan berorientasi pada capaian pembelajaran. Kurikulum baru diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan serta memperkuat daya saing program studi di tingkat nasional dan internasional.


